Thursday, March 31, 2016

Japan Trip Day 1 : Jakarta - Kuala Lumpur - Tokyo

Perjalanan menuju Negeri Matahari Terbit diawali dengan kejadian seru. Kereta api yang ditumpangi salah satu teman kami dari Semarang mengalami delay selama lebih dari 1,5 jam dari jadwal kedatangan yang dijadwalkan. Kereta tersebut baru sampai di stasiun Senen pada pukul 5.20 WIB sementara Boarding Gate pesawat kami di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta akan ditutup pada pukul 6.05 WIB. Jadilah kami hanya punya waktu maksimal 40 menit untuk keluar dari parkiran Stasiun Senen-menembus sedikit kemacetan di depan stasiun-ngebut di jalan tol-lalu lari-lari dari pintu keberangkatan Terminal 3 menuju gerbang imigrasi bandara. Kami sukses sampai di konter imigrasi pada pukul 05.55 setelah sopir uber taxi kami ngebut dengan brilian sepanjang Tol. Untungnya kami sudah melakukan self check-in melalui website AirAsia, sehingga kami hanya tinggal menunjukkan bukti print boarding pass kami pada petugas setelah melewati imigrasi. Tepat pada pukul 6.25 WIB, pesawat kami berangkat menuju Kuala Lumpur.

Perjalanan dari Jakarta menuju Kuala Lumpur ditempuh selama 2 jam kurang sedikit. Waktu di Kuala Lumpur lebih cepat 1 jam dibandingkan Jakarta, sehingga saat kami tiba disana, waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 waktu setempat. Saat ini semua pesawat dari maskapai AirAsia sudah tidak mendarat di Low Cost Carrier Terminal lagi seperti halnya tahun lalu. Kini AirAsia mendarat di terminal KLIA 2, singakatan dari Kuala Lumpur International Airport 2. Terminal ini jauh lebih luas dan megah dibandingkan LCCT. Tapi disini juga ada kelemahannya. Nanti kami jelaskan. Seturunnya kami dari pesawat, kami harus melewati konter FlyThru AirAsia terlebih dulu untuk mendapatkan boarding pass lanjutan untuk penerbangan kami berikutnya dari Kuala Lumpur ke Haneda, Tokyo. Setelah mendapatkan boarding pass tersebut, kami masih harus menunggu lagi sampai jam 14.00 waktu setempat untuk penerbangan kami berikutnya. Berhubung dari pagi kami belum sarapan, kami memutuskan untuk cari makan terlebih dahulu di lantai 2 terminal ini. Pilihan makanannya cukup banyak bila dibandingkan LCCT. Ada McDonalds, Burger King, Popeyes, Chinese Food, Indian Food, dan sebagainya. WiFi gratis di terminal ini juga cukup kencang. Untuk mendapatkan akses internet tersebut kita diharuskan untuk register terlebih dahulu, dan akses gratis yang ditawarkan hanya maksimal selama 3 jam saja. Tapi anehnya setelah lebih dari 3 jam, ponsel saya masih bisa terhubung ke internet. Entahlah.



Pujasera di KLIA2

Saya memutuskan membeli paket breakfast di McDonalds karena itu yang paling murah jika dibandingkan dengan yang lain. Harganya waktu itu MYR 10,5. Hampir sama lah jika dibandingkan dengan harga McDonalds di Indonesia. Nah, kekurangan terminal KLIA 2 ini adalah, saya tidak menemukan tempat refill air minum gratis seperti yang dulu pernah saya temukan di LCCT. Jadilah saya harus merasa tercukupi dengan kopi dari McDonalds saja.


Setelah makan, kami mencari tempat duduk yang dekat dengan colokan untuk mengisi uang energi ponsel dan powerbank kami. Kami menemukannya di lantai 2, dekat dengan toilet sebelah kiri persis di sebelah LED Info Penerbangan. Kursinya ada cukup banyak dan lantainya dilapisi karpet sehingga nyaman untuk duduk lesehan di bawah. Nah, setelah saya coba mampir ke toiletnya, terlihat satu lagi kekurangan terminal ini jika dibandingkan LCCT. Disini saya tidak menemukan bilik shower untuk mandi, yang mana dulu dapat saya temukan di LCCT. Jadi untuk para backpacker ngirit yang lagi transit disini, mohon maaf kalian tidak dapat mandi disini, kecuali di Sama-Sama Express Hotel Lantai 2 yang menyediakan fasilitas Shower Room berbayar. Sepertinya terminal megah ini kurang ramah backpacker ya. Tapi kalo buat tidur sepertinya masih nyaman karena ada karpet empuk.

Setelah menghabiskan waktu menunggu hampir setengah hari, akhirnya jadwal keberangkatan pesawat kami berikutnya datang juga. Dengan semangat 45 kami berjalan menuju gate keberangkatan.
Pesawat Airbus yang kami tumpangi memiliki formasi kursi 3-3-3. Saya dan Lita kebagian kursi di bagian tengah, sehingga sialnya kami tidak dapat menyaksikan prosesi pesawat saat mengudara dan landing melalui jendela pesawat. Tak apalah, toh perjalanan ini akan lebih banyak dihabiskan dengan tidur.


Interior pesawatnya

Setelah menempuh sekitar 2 jam perjalanan, kru pramugari dan pramugara mulai berkeliling menjajakan dagangannya. Kami sudah pesan menu makanan melalui prebook menu di website AirAsia sehingga kami tinggal menunggu menu makanan kami datang. Melalui websitenya dinyatakan bahwa jika memesan menu makanan sebelumnya melalui website, maka penyajiannya akan didahulukan dan harganya lebih murah. Memang sih kami didahulukan, tapi kok menurut kami harganya sama saja dengan harga di buku menu pesawat ya? Malah yang di buku menu pilihan makanannya lebih banyak dan kayaknya enak-enak. Harga makanan yang kami pesan (Nasi Hainan) adalah seharga IDR 59.000. Rasanya standar sih, namun karena lapar setelah terdampar di bandara sih ya jadinya terasa enak-enak saja. Dapet minum juga sebotol air mineral bukan akua. Selepas makan, kami membunuh waktu dengan tidur. Tidurnya gak nyenyak. Sebentar-sebentar kebangun dan anehnya kok gak nyampe-nyampe ya. Lama banget rasanya perjalanan kali ini. Gak kebayang kalo naik pesawat ke USA rasanya kayak apa ya. Namun seperti yang akhirnya pasti akan terjadi, pilot akhirnya mengumumkan melalui spaker pesawat dengan suara kresek-kresek bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat.
And finally, Tokyo, here we come!

Pesawat kami landing dengan mulus. Skip skip turun dari pesawat, kami memasuki bangunan Haneda International Airport dengan perasaan campur aduk. Kamera jeprat-jepret sana-sini. Saat melewati toilet, kami gak dapat menahan rasa penasaran kami untuk mengintip sebentar ke dalam toilet. Dan ternyata benar, di toilet Jepang terlihat canggih dengan banyak tombol-tombol di samping kloset dengan fungsi yang bermacam-macam. Nanti akan saya review setelah saya mencobanya hehe.


Seusai mengagumi toilet, kami lanjut jalan ke counter imigrasi. Antriannya sangat teratur dengan beberapa petugas yang mengatur antrian. Jika ada antrian yang sepi akan didahulukan untuk diisi oleh orang berikutnya. Kami melewati proses imigrasi dengan lancar tanpa masalah apapun. Dan akhirnya, setelah di paspor kami telah menempel secarik kertas tanda masuk ke Jepang dari petugas imigrasi, akhirnya kami telah resmi berada di Jepang!

Kami kembali berjalan kaki menuju pintu ke hall kedatangan. Disana sudah banyak sekali penjemput yang membawa beraneka macam papan sambutan untuk tamunya. Kami melewati mereka lalu mengambil beberapa brosur--dan terutama peta-- tentang Tokyo untuk membantu perjalanan kami hari esok. Dari pintu keluar di sebelah kanan ada counter untuk Tourist Information. Berbagai macam petunjuk dan selebaran mengenai Jepang ada disana dengan bermacam bahasa seperti Inggris, Korea, Mandarin. Bahasa Indonesia belum ada ya, jangan ngarep dulu. Nah, rencana kami berikutnya adalah: mencari tempat tidur. Kami memutuskan untuk bermalam di Haneda demi menghemat ongkos penginapan. Dari pintu keluar tadi ada eskalator menuju ke atas ke lantai Keberangkatan. Nah di lantai tersebut banyak kursi panjang yang bisa dialihfungsikan menjadi tempat tidur sementara. Fasilitasnya juga komplit. Ada area charging, ada Seven-Eleven, ada toilet canggih, tempai isi ulang air minum, dan ada juga vending machine yang menjual beraneka minuman segar dan panas. Kami menemukan kursi yang kosong di dekat Seven-Eleven. Sebelumnya kami beli mie cup dulu untuk mengisi perut sebelum tidur. Harganya JPY 170. Cukup murah dan porsinya banyak. Penjualnya sangat membantu kami saat kami kebingungan memasak mie cup tersebut. Selesai makan, jangan lupa buang sampah di tempat sampah yang benar ya. Karena tempat sampah di Jepang dibagi menurut jenis sampahnya. tapi jangan bingung karena di tiap tempat sampah ada keterangannya. Nah, setelah kenyang, akhirnya kita pun bersiap untuk tidur di kursi masing-masing. Sebelum tidur, mendadak perut saya mules jadi saya nyari toilet dulu buat nyetor. Saya nemu toilet di pojokan dekat jalan masuk menuju stasiun kereta. Toiletnya tentu saja canggih. Begitu duduk, pantat saya langsung terasa hangat karena toilet ini dudukannya ada penghangatnya biar pas winter enggak kepanasan. Ceboknya otomatis dengan pengaturan kecepatan semprotan airnya, lalu setelah cebok ada tombol pengeringnya juga. Jadi pantat kita akan ditiup oleh angin hangat agar cepet kering. Mantap deh toiletnya. Nah setelah lega barulah saya balik ke kursi tadi untuk tidur.
Oyasuminasai!

Pengeluaran hari pertama:
-Tiket pesawat Airasia CGK-KUL-HAN pp : IDR 3.100.000
-Makan siang di KLIA2 - sekitar IDR 40.000
-Makan malam di pesawat - IDR 59.000

-Total : IDR 3.199.000

Sunday, March 20, 2016

Total Pengeluaran 1 minggu di Korea Selatan

Total Pengeluaran:

Day 1 : Rp66.000,-
Day 2 : KRW75.200
Day 3 : KRW35.900
Day 4 : KRW61.500
Day 5 : KRW24.600
Day 6 : KRW9.500
Day 7 : KRW7.000
             Rp50.000,-

Total :  -KRW213.700 x Rp11,- = Rp2.350.700
            -Rp66.000,- + Rp50.000,- = Rp116.000,-

Grand Total : Rp2.350.700 + Rp116.000 = Rp2.466.700,-

Kurs saat itu sekitar KRW1 = Rp11,- hampir sama dengan kurs saat ini (2016) sehingga masih sangat relevan dan memungkinkan untuk travelling ke Seoul dengan budget yang sama.

NB : Pengeluaran tidak termasuk tiket pesawat, paspor, visa, tiket PP dari kota asal ane ke Jakarta, Airport Tax, dan pembelian barang2 titipan atau barang2 lain yang sifatnya optional.

Demikian sedikit Trip Report dari saya. Mohon maap bila masih ada kekurangan atau ketidakjelasan atau bikin galau pengen kesana. Kalo ada pertanyaan langsung ke kolom komentar ya.

Foto-foto lebih lengkap bisa cek Instagram saya di @ongeeek

Terima kasih.

Kamsahamnida.

2jutaan Traveling ke Korea Selatan : Day 7 Seoul - Incheon - Kuala Lumpur - Jakarta

Bangun jam 4 pagi, takut kesiangan ketinggalan pesawat :D Mandi+eek dulu, terus masak mie. Sebentar kemudian Seonghee udah bangun. Kaget juga ternyata dia bangunnya pagi banget. Sarapan bareng, trus say goodbye dll sama yg udah bangun, trus ane capcus ke airport. Sebelumnya beli titipan terakhir dulu, beli soju di sevel. Lumayan deg2an juga bawa minuman beralkohol soalnya ane beli beberapa botol, lebih dari 1L. Soju disini murmer lho, sebotol cuma KRW1200.

Ke airport naik subway, istilahnya AREX kalo buat yang dari dan ke bandara. Bawaan ane pas pulang ini buanyak banget. 1 backpack di punggung, satu lagi digantung di dada, 1 tas jinjing besar, sama 1 tas kamera. Berasa kayak orang mau minggat. Jalan kaki dari hostel ke stasiun subwaynya udah setengah mati.

Dari Hongik Station ke Incheon ternyata jauh. Ada hampir 1 jam naik AREX. Sisa saldo ane di T-Money ternyata ngepas banget buat bayar tarifnya AREX buat ke Incheon :D

Di Incheon masih laper, abis check in ane cari makan dulu. Muter2 gak nemu yang menggiurkan dan murah, akhirnya makan Lotteria lagi. Beli burger dengan sisa2 Won yang masih ada seharga +/-KRW7000, lupa harga pastinya soalnya notanya ilang :sorry Pas makan ada tante2 korea sama suaminya yang nimbrung duduk semeja sama ane. Jadi awkward soalnya dia ga bisa bahasa Inggris, jadi cuman makan sambil diem2an.

Abis makan, masuk imigrasi, skip skip, naik pesawat buat balik ke Kuala Lumpur.

Annyeong Korea :mewek See you next time.

Lumayan, ane dapet kursi sebelah jendela. Perjalanan 7 jam ane abisin buat tidur. Pas nyampe KL udah siang, beli makan dulu nasi lemak (ini juga lupa harganya, pokoknya kalo dirupiahin sekitar Rp50.000,-) yang rasanya lumayan enak.

Terbang lagi ke Jakarta, ga bisa tidur. Melongo sepanjang perjalanan. Mendarat dengan selamat. Welcome back to Indonesia.

:iloveindonesia

Pengeluaran Day 7:

-Lotteria KRW7000
-Nasi Lemak Rp50.000,-

Wednesday, March 16, 2016

2jutaan Traveling ke Korea Selatan : Day 6 Seoul - KBS - COEX Mall - Cheongdamdong - Gangnam - Dongdaemun - Namdaemun - Myeongdong

Hari senin, saya bangun lebih pagi karena hari ini banyak target ke tempat2 yg belom saya datengin, plus beli barang2 titipan. Sarapan seperti biasa mie instan, murah, panas dan mengenyangkan. Satu hal yang kurang dari mie instan disini adalah, ga ada telornya... Telor mahal banget 1 butir 500won, kalo di Indonesia bisa dapet seperempat kilo tuh.

Abis sarapan,mandi,dan setoran pagi, saya berangkat barengan sama si Ivan. Tapi nyampe di Hongik Terminal kita mencar karena rutenya beda. Pertama-tama saya menuju ke stasiun tv tersohor di Korea, KBS. Di KBS ini ada semacam museumnya. Ya isinya tentang broadcasting2 gitu. Ngarep ketemu artis juga siapa tau beruntung.

Cara menuju KBS yaitu dari Hongik Station menuju ke Yeouido Station lalu keluar lewat Exit 3, jalan lurus terus melewati deretan gedung pencakar langit agak jauh sampe ketemu Yeouido Park. Taman kota ini gede banget, ada lapangan basketnya banyak, bisa sepedaan, ada tempat ngegym, banyak pepohonan, dan semua fasilitas itu gratis. Seandainya di Indonesia ada yang kayak gitu.

Nah kalo udah ngelewatin Yeouido Park, ketemu jalan raya lagi, belok aja ke kiri ngikutin trotoar. Ketemu deh gedungnya KBS. Ada 2 gedung, tapi museumnya itu letaknya di gedung yang di pinggir jalan. Kalo gedung satunya lagi agak masuk ke dalam, ada lapangan parkirnya dulu gitu di depannya.  Pas saya naik tangga mau masuk ke gedung ditanyain ama satpamnya, cuap2 pake bahasa alien kayaknya dia ngira saya salah satu fansnya Suju yg mau liat acara Super Junior Kiss the Radio. Itu acaranya tiap hari senin live dari KBS dan pas pagi2 pas saya kesana udah banyak fangirl yang nungguin di depan gedung buat liat personilnya Suju ngebawain acara. Padahal acaranya baru mulai malem jam 8-9an.


Lanjut masuk ke museum. Masuknya gratis. Di resepsionisnya sepi sama sekali ga ada yang jaga, ya udah saya langsung masuk aja. Ternyata di dalemnya juga suepi. Ga ada orang satupun. Saya liat-liat sendiri, naik ke lantai atas lewat semacam tangga darurat gitu, ada semacam replika studio broadcasting lengkap dengan Blue Screen dan kamera asli yang nyala. Jadi kita bisa pura2 lagi siaran di depan Blue Screennya sementara kameranya merekam kita. Hasilnya langsung disiarin Live di TV yg ada di ruangan itu juga. Ada juga yang kayak buat siaran berita. Lumayan seru kok. Ada ruangan yg nyimpen benda2 broadcasting jadul juga. Trus ada hall yang isinya acara2 KBS macam Winter Sonata, Autumn in My Heart(disini diganti judulnya jadi Endless Love), Lee Soon Shin is the Best, Prime Minister and I, dan laen-laen.

Di museum sekitar 1 jam, keluar lagi, liat para fangirl ternyata daritadi orangnya itu-itu aja, gak ada penambahan. Balik lagi ke Subway Station buat ke next destination, COEX Mall. Mall ini gosipnya sih mall terbesar di Seoul, jadi pengen mampir aja. Turunnya di Station .................................(lupa) dan begitu nyampe sana, ternyata mallnya lagi direnovasi. Sial.

Meskipun lagi renov, sebagian mallnya masih buka. Yang bikin pegel tuh jalan kaki dari stationnya sampe ke bagian mall yang buka itu jaoooh banget. Udah gitu yang buka juga cuman dikit. Ada COEX Aquarium, kayak semacam Seaworld gitu tapi di dalem mall. Sudah jelas saya gak masuk karena tiketnya mahal. Ada bioskop juga namanya Megabox. Keren juga bioskopnya, ada brosur2 tentang film yang lagi maen, juga ada penjelasan tentang teknologi audio terbaru yg dipake di teaternya. Film Noah juga lagi maen disitu. Jadi nyesel kenapa gak nonton disana, soalnya kan di indo gak diputer. Ada Duty Free Shop juga yang isinya barang2 mahal, trus ada Lotte Star Avenue, bisa nulis semacam wish card buat idola2 KPop kayak Suju, Jang Geun Suk dsb. Ini cukup mirip sama yang ada di Mall Lotte Shopping Avenue di Jakarta.

Dari COEX saya lanjut ke daerah Cheongdamdong, Gangnam buat iseng mampir ke kantornya SM Entertainment, siapa ta ketemu SNSD #ngimpi. Naik subway turunnya di Cheongdam Station Exit 9, terus tinggal jalan aja lurus sampe ketemu poster sebesar Godzilla yang ada gambarnya artis SM. Waktu itu sih gambarnya SNSD Mr. Mr. Eh ternyata itu kantor lamanya ya, kayaknya artis2nya udah gak disitu. Saya gak tau sih kantornya yang baru dimana. Pas nyari kantornya SM saya sempet nyasar. Saya kira itu poster SNSD cuma poster iklan biasa, jadi saya jalan lurus terus agak jauh. Eh berkat nyasar itu saya malah nemu Resto Blacksmith yang jadi tempat syutingnya You're the Best Lee Soon Shin. FYI Resto ini ceritanya yang jadi tempat kerjanya IU selama di drama itu. Sebenarnya pengen nyoba masuk tapi takut ama harganya. Apalagi penampilan ane gembel gini, sementara yang makan disitu bawaannya keren2.

Di depan kantornya SM ada beberapa fangirl yang lagi nongkrong sambil foto2. Entah mereka tau ato enggak kalo kantornya udah pindah. Sebenernya di deket sini juga ada kantornya JYP tapi saya gak tau tempatnya. Taunya baru pas pulang ke indo, jadi ya sudah akhirnya saya cuma foto2 bentar terus lanjut lagi cari makan.

Makanan Korea yang pernah saya coba makan di resto Korea selama di Indonesia, yang jadi favorit saya adalam Bibimbap. Jadi saya pengen coba makan yang asli Korea. Lanjut ke Dongdaemun nyari Bibimbap sekalian nyari Official Storenya YG buat nyari pernak pernik Big Bang titipan temen saya. Rute Subwaynya masih sama kayak kemaren. Nyampe sana masuk ke Mall Migliore (kalo gak salah, soalnya lupa namanya :D) terus nyari tokonya YG (yang juga ada concert 3D hologramnya itu) tapi ternyata tutup tiap hari senin. Ya udah saya pesen makan aja di foodcourtnya situ. Seporsi Bibimbap 7500KRW. Disini cara pesennya agak unik. Langsung ke kasir liat buku menunya, pesen sama yang jaga kasir, bayar, terus kita dikasi semacam remote dengan LCD yang akan nyala bergetar kalo makanan kita udah siap. Kalo udah geter baru makanannya bisa diambil di counter yang jual makanan itu. Agak ribet juga sih kalo belum terbiasa, tapi unik. Disini gak jual minuman. Sebagai gantinya da dispenser khusus yang boleh ngambil minum sepuasnya, tapi cuma air putih.

Bibimbapnya enak banget, porsi banyak, side dishnya juga enak. Kimchinya enak, padahal kalo di indo saya termasuk yang gak doyan kimchi. Kenyang makan, muter2 bentar di Dongdaemun sambil liat2, terus lanjut ke Myeongdong buat nyari oleh-oleh, eh, titipan.

Di Myeongdong saya jalan dulu ke daerah Namdaemun Market. Disini banyak yang jual oleh2 murah, ya semacam kayak di Bugis Streetnya Singapore gitu. Yang khas Korea ada sumpit-sendok besi, dompet gambar tradisional Korea, dll. Saya sih disini cuma beli kaos I Loph Korea aja titipan temen2 saya. Harganya murah sih cuma KRW10.000 per 3 pcs. Saya beli lumayan banyak, tapi semuanya barang titipan hahaha.

Dari Namdaemun jalan lagi ke Myeongdong. Agak jauh sih. Ngelewatin Bank of Korea (kalo gak salah) trus ada Embassynya China juga yang penjagaannya ketat banget, banyak penjaganya dimana-mana pada gotong senjata. Pas didepan gedungnya Bank of Korea, keliatan Namsan Tower di kejauhan. Berasa di Korea :D

Nyampe Myeongdong lagi, saya sempetin mampir ke tokonya SPAO. Disini banyak produk fashion keren2 dan murah (yang mahal juga ada). Temen saya banyak yang nitip beli jaket sama tas backpack disini. Mumpung dapet free WiFi disini bisa kontak temen2 di kampung. Agak repot karena pada minta difotoin jaket2nya :D FYI mbak2nya yang jaga disini cakep2. Abis dari SPAO saya nyari titipan kosmetik. Ada yang di Etude, Body Shop, sama Nature Republic.

Abis shopping rencana pengen main ke Lotte lagi, tapi ternyata tiap senin tutup. Cukup unik juga mall di Korea ini karena tidak buka setiap hari. Jadi itinerary harus dipersiapkan dengan baik agar tidak bertepatan dengan jadwal tutup tempat yang ingin dikunjungi. Akhirnya ya udah saya muter2 aja di jalanan sambil sesekali duduk2 di pinggir. Menikmati malam terakhir di Korea.

Selanjutnya balik ke Hostel, gak lupa beli mie instan 2pcs seharga total KRW2000 buat sarapan besok hehe. Di hostel packing dulu, terus ngobrol2 dulu sampe malem. Galau banget kalo inget besoknya mau pulang. Jam 1an lebih baru bisa tidur.

Pengeluaran Day 6:

-Bibimbap KRW7500
-Mie KRW2000

Total KRW9500

NB : Beli oleh-oleh tidak dihitung karena semuanya barang titipan, jadi tidak menggunakan uang pribadi saya.

Saturday, March 12, 2016

2jutaan Traveling ke Korea Selatan : Day 5 Seoul - Sinchon - Dongdaemun - Namsan Tower - Myeongdong - Hongdae

Hari kelima, hari minggu. Rencananya saya mau ke gereja, tapi rencana tinggallah rencana karena saya bangun kesiangan ^^. Jam 9 baru melek, gara2nya sih saya lupa nyetel alarm. Buru-buru ritual pagi (mandi,makan,eek) lalu mulai jalan lagi. Si Ivan udah duluan berangkat gara2 saya kelamaan di wc. Sarapan? Mie instan seperti biasa.

Dari hostel seperti biasa saya menuju stasiun subway. Tujuan pertama gak jauh2, cuma 1 stasiun dari Hongik. Ane turun di Sinchon. Daerah ini deket sama Yonsei University dan Ewha Women University. Yonsei University ini universitas terbaik ke2 di Korea. Dan seperti selayaknya kampus di Korea, di sekitarnya buanyak banget tempat nongkrong keren. Keluar dari stasiun subway ada kayak cerobong raksasa yang ujungnya ada cermin guede. Bisa dipake cewek2 yang mau foto selfie di depan kaca. Entah gegara ini hari minggu atau apa, yang jelas pas ane kesana, jalanan Sinchon ini steril dari kendaraan bermotor. Car Free Day gitu lah.

CFD

Sambil jalan-jalan saya ambil rute ke arah kiri. Ketemu gereja di kanan jalan, yang sudah sepi karena sudah siang. Ngelewatin jalan layang keliatan Yonsei University. Sepi banget karena libur ya. Saya coba-coba masuk ke kampusnya. Bangunan kampusnya keren2. Masih ada sisa2 tumpukan salju juga di pinggir2 jalannya. Disini saya ketemu orang aneh. Ada cowok umur 30an yang tiba-tiba ngedatengin saya trus nyerocos pake bahasa Korea. Saya ajak omong pake bahasa Inggris, ternyata inggrisnya dia juga lumayan kacau. Setelah dibantu beberapa bahasa isyarat, ternyata ini orang minta duit! Ceritanya dia katanya duitnya abis, hpnya low batt, dan rumahnya jauuuh 2 jam perjalanan dari Sinchon. Entah jujur ato enggak, yang jelas dia lagi sial soalnya saya juga gak punya duit. Abis itu dia cuma bilang "sorry, sorry" tapi gak pake joget suju, terus langsung ngacir.




Dari Yonsei University muter2 lagi di Sinchon. Saya sekalian mampir dulu di Nature Republic sama Faceshop beliin makeup titipan temen saya. Disini yang jaga toko pada gak bisa bahasa inggris. Saya pake foto dari hp buat nunjukin barang yang pengen saya beli.

Dari Sinchon saya menuju Dongdaemun. Dari Sinchon naik subway ke Dongdaemun, setelah transfer 1x di Dongdaemun History & Cultural Park. Sebenernya ga usah turun di Dongdaemun Station juga bisa sih, langsung aja keluar pas nyampe di Dongdaemun History & Cultural Park. Saya cuman salah jalur aja :D. Rencana awal saya kesini buat nyari kaos bertulikan ai lup korea. Keluar subway, nyebrang jalan ngelewatin Cheonggyecheon Stream ada pusat jualan baju2. Tapi pas saya masuk disini sepi banget, cuma ada beberapa ahjumma yang lewat-lewat. Akhirnya saya maju terus sampe ketemu Doota Mall. Disini anginnya edan kenceng plus dingin buanget. Buru-buru ngadem di Doota. Liat-liat baju2 keren yang tiada terjangkau. Hiks.

Doota


Di seberang jalan dari Doota ini ada bangunan megah nan keren Dongdaemun Design Plaza hasil karya sang Masterpiece Arsitektur Zaha Hadid. Cuma kalo pas siang kurang keren karena lampu2nya gak nyala. Mending kesininya malem deh biar lebih kerasa.

Dari Doota saya ke mall sebelahnya,sebelahnya lagi, Migliore. Mall yang ini bangunannya lebih tua dibandingin Doota. Tapi di lantai paling atasnya ada food court. Ini food court pertama yang saya temuin di Korea, soalnya disini jarang ada. Kebanyakan tempat makanannya kalo enggak cafe ya restoran. Gak ramah deh buat backpacker kere. Karena saya masih kebayang-bayang samgyetang dari kemaren, saya coba nyari samgyetang aja disini. Cari-cari yang jual samgyetang gak nemu, akhirnya saya coba nanya ke salah satu ahjussi yang jualan makanan disana. Ahjussinya gak jual samgyetang, tapi dia bantu saya nganterin ke tempat temennya yang jual. Beli samgyetang KRW10.000 dapet 1 porsi guede, ayamnya 1 ekor, nasi 1 mangkok, side dish kimchi, telor dadar, tahu,dll. Dingin-dingin begini makan samgyetang rasanya jos tenan. Tapi sumpah porsinya buanyak banget, saya gak kuat ngabisin sendiri. Buat yang travelling bareng temen harusnya bisa pesen 1 aja buat berdua.

Kenyang, turun lagi ke jalan, di sebelahnya ada Lotte Mall yang di lantai paling atas ada YG 3D Hologram Concert. Cek sini buat infonya http://www.yg-life.com/archives/26788?lang=en Tiketnya mahal jadi saya gak liat. Waktu itu pas ada konsernya 2ne1. (Buat fansnya SM Artist ada store baru yang dibuka, namanya Stardium. Baru buka tanggal 1 April kemaren, jadi saya gak sempet kesana.) Abis itu saya turun lagi ke jalan. Muter-muter bentar nyari kaos tapi gak nemu yang murah, terus langsung lanjut aja ke tujuan berikutnya, Namsan Seoul Tower.

Seoul Tower ini bisa didatengin pake bus ataw cable car a.k.a kereta gantung alias odong-odong terbang. Yang murah, ya naik bus. Rutenya, pokoknya naik subway aja terus turun di stasiun Chungmuro. Keluar aja lewat Exit 2, cari bioskop trus duduk aja di halte bus di depannya. Tunggu aja bus yang ada tulisan 'Namsan' trus naik aja. Bayar bisa pake T-Money, duduk manis sekitar 15 menit sampe ke Namsan Seoul Tower. Turun di halte Namsan, busnya biasanya ngecharge dulu di pombatere yg ada disitu. Di Korea keren busnya pake listrik. Kapan negaraku bisa kayak gitu T.T

Dari halte jalan naik dulu ke arah tower. Gak terlalu jauh sih, tapi lumayan menanjak jadi cukup bikin pegel juga. Nyampe atas disambut pemandangan ribuan gembok cintrong yang saling berkaitan. Banyak pasangan2 yang gantungin gembok cinta disitu sambil foto2 #akurapopo.

Kalo mau naik ke towernya harus bayar tiket masuk yang cukup mahal, belasan ribu won. Jadi saya gak naik. Cukup di bawah aja sambil foto-foto sendiri #akurapopomeneh Waktu itu saya berpapasan sama rombongan yang lagi foto prewedding yang lagi pada sibuk sendiri nyiapin peralatan sambil ngoceh pake boso jowo. Ternyata banyak banget ya orang Indonesia yang demen ke Korea.

Namsan Tower


Udah capek dan kedinginan, saya turun lagi ke arah halte. Dari halte ini bisa foto-foto dengan background landmark kota Seoul loh. Jangan sampe melewatkan kesempatan ini ya. Abis itu naik bus lagi setelah nunggu agak lama. Balik lagi ke Seoul, turunnya jangan sampe lupa di tempat yang tadi. Kejadian kemarin saya agak ngelamun pas di jalan, ternyata tau-tau udah nyampe di bioskop yang tadi. Saya buru-buru mau turun, eh pintu busnya tau-tau nutup di depan muka saya. Di sebelah pintu, untungnya ada bel buat ngasi kode ke pak sopirnya. Buru-buru mencet bel, pintunya lalu dibukain lagi ama si pak sopir.

Next, saya ke Myeongdong lagi mau cari barang titipan temen-temen saya. Dengan banyak titipan gini, saya jadi punya pengalaman shopping di Seoul meskipun gak bawa duit. Dari Chungmuro station isi ulang T-Money dulu KRW10.000 trus langsung menuju Euljiro 1(il)-ga station. Muter-muter cari barang-barang sampe malem. Disini agak susah cari WiFi, tapi sekalinya nemu, kenceng banget. Saya sempat nemu WiFi di dalem toko baju SPAO. Naik ke lantai 3 ada Everysing yang banyak barang-barangnya SM Entertainment. Disini cuma liat-liat aja sambil numpang internet gratis. Yang ngefans sama SNSD ato Suju disini bisa foto bareng mereka. Ada photoboxnya, jadi seolah-olah kita lagi foto bareng sama artis-atisnya SM. Tapi, namanya toko official, ya harga-harganya disini cukup mahal.

Capek di myeongdong, udah malem, saya memutuskan buat balik ke Hostel. Di stasiun subway liat poster ucapan Happy Bday buat Taeyeon. Kebetulan hari itu pas ultahnya doi. Niat bener ya fansclubnya sampe bela-belain masang poster.

Sebelum balik hostel saya mampir dulu di Hongdae lagi, jalan-jalan bentar menikmati malam di Hongdae. Malem ini sayangnya ga ada street performance. Atau mungkin ada, cuman saya gak nemu. Abis itu balik hostel, gak lupa mampir dulu di indomaretnya Korea buat beli mie instan buat makan malam sama sarapan besok pagi, abisnya KRW1600 buat 2pcs mie. Di hostel gak langsung tidur karena emang belom malem banget. Si Ivan malah mau cari makan di Hongdae. Saya mau keluar lagi udah males, jadi dia berangkat sendiri. Ane nitip makanan ama dia, beli Soondae 1 porsi KRW3000. Ini gak halal ya, terbuat dari darah babi yang dibikin sosis, terus dipotong2 dimakan sama jeroan. Pertama saya coba kok rasanya hambar banget, terus ane dikasitau sama si Seonghee kalo ternyata makannya ada bumbunya. Bumbunya pake garam sama merica. Makannya dicocol sama bumbunya itu. Saya gak doyan sih, agak jijik juga sama tampilannya. Saya makannya sharing sama tamu-tamu hostel yang lain. Untung aja pada doyan, soalnya kalo makan sendirian saya gak bakalan abis. Mending makan mie instan lebih enak dan murah ^^

Abis makan, tidur.

Pengeluaran Day 5:
-Samgyetang KRW10.000
-Reload T-Money KRW10.000
-Mie Instan KRW1600
-Soondae KRW3000

Total KRW24.600

2jutaan Traveling ke Korea Selatan : Day 4 Seoul - Gwanghwamun - Myeongdong - Hongdae

Bangun pagi jam setengah 7, ternyata yang lain masih pada molor kecuali si Seonghee. Rupanya dia ada kelas pagi. Agak heran juga yang laen kok pada bangun siang. Jauh-jauh ke Korea cuma buat tidur lama. Yang punya guesthouse udah nongol, saya sekalian bayar biaya nginepnya buat 4 malem sebesar KRW52000. Pemiliknya ini ternyata orang bule, bukan orang Korea. Abis itu bikin mie dulu buat sarapan, trus mandi+siap2 buat jalan.

Hari ini saya berencana barengan sama Ivan, destinasi pertama ke Gwanghamun Square. Disana ada Gyeongbokgung Palace, patung King Sejong, patung Lee Soon Shin sama Cheonggyecheon Stream. Sekali dateng dapet banyak. Berangkat dari hostel jam 9an jalan kaki ke stasiun Hongik Univ. sekitar 15 menit. Dari situ menuju ke  Gwanghwamun Station. Caranya dari Hongik Univ. Station naik subway ke arah Sinchon terus turun di Chung Jeongno. Dari situ pindah ke Line 5 menuju Gwanghwamun Station. Di sini tinggal keluar aja lewat exit yang mana aja kecuali exit 1 dan 8. Begitu keluar disambut oleh patung gagahnya King Sejong dan Admiral Yi Sun-Shin/Lee Soon Shin. King Sejong ini adalah Raja Korea penemu tulisan Hangul. Sedangkan Yi Sun Shin adalah admiral perang Korea saat bertempur melawan Jepang CMIIW.  Sedangkan Lee Soon Shin adalah karakter yang diperankan oleh IU dalam drama You’re the Best, Lee Soon Shin! Cara bacanya sama2 yisunsin. Sepanjang jalan dari patung ini sampai ke Gyeongbokgung Palace nun jauh di belakang King Sejong, adalah area Gwanghwamun Plaza. Kalo pas summer disini ada air mancurnya.  Kalo pas winter air mancurnya mati. Apakah airnya membeku?

Mulai keliatan King Sejong

Admiral Lee Soon Shin

King Sejong


Sesi foto-foto dimulai. Gak terlalu lama sih karena tempatnya udah lumayan mainstream. Foto selfie aja buat bukti kalo udah nyampe Korea hehe. Beruntung ada temen, jadi ada yang bantu motret. Waktu itu disini banyak rombongan anak-anak SD yang lagi studi wisata. Mereka muter-muter di sekitar patung sambil diterangin sama gurunya.  Bosen foto-foto, kita jalan kearah Gyeongbokgung Palace. Ngelewatin patung King Sejong, ternyata di belakangnya ada pintu masuk menuju semacam museum persis di bawah patungnya. Waktu itu pas belum buka, jadi kita skip aja. Langsung menuju Gyeongbokgung Palace (capek juga ya ngetik Gyeongbokgung berkali2).

Gwanghwamun Gate


Di gerbang masuk Gyeongbokgung Palace yang dinamai Gwanghamun Gate, ada penjaga-penjaga berpakaian ala filem kolosal Korea. Mereka diem aja kayak patung, dan kita bisa foto2 bareng di sebelahnya. Pas lagi asik foto2 tiba2 mereka bergerak. Lumayan bikin kaget lho. Ternyata, mereka lalu baris-berbaris. Entah apa tujuannya, cuma baris berbaris muter2 gak jelas lalu berdiri diem lagi. Mungkin biar gak pegel or kesemutan ya.

Foto sama satpam (bukan ane)


Masuk melewati Gwanghwamun gate, ada area pelataran luas dengan loket penjualan tiket masuk di sebelah kanan dan tempat peminjaman baju2 tentara kolosal Korea di sebelah kiri. Pinjem bajunya gratis. Kami pengen coba pake baju Korea, jadi kami ke kiri dulu. Ternyata buat minjem baju itu ada beberapa kloter. Kloter berikutnya dimulai setengah jam lagi. Kami putusin buat antri dulu deh, lumayan bisa minjem baju gratis. Baju ini bukan Hanbok, tapi mirip2 lah. Kayak baju yang dipakai prajurit2 Korea jaman dulu gitu.

Di area pelataran ini anginnya kenceng banget. Super dingin. Nunggu setengah jam rasanya lamaaa banget. Selama nunggu, di bagian depan ternyata lagi ada prosesi pergantian penjaga. Ya cuma penjaganya baris2 terus gentian ama penjaga yang baru gitu sih. Tapi lumayan menarik kok. Pas udah waktunya kloter kita boleh minjem baju, kita dipanggil masuk, terus dipakein bajunya ama noona2 yang di dalem, abis itu boleh foto2 pake bajunya selama maksimal 5 menit. Lumayan lah wong gratis hehehe.

Narsis doeloe

Selesai sesi foto, saya udah bener2 kedinginan. Cari makanan anget dulu, saya berpencar ama Ivan. Dia beli tiket duluan lalu masuk ke dalem, sementara saya mau nyusul setelah cari makanan panas. Akhirnya saya nemu yang jual sosis panas di bagian belakang loket. Beli sosis KRW1500. Lumayan ada yang panas dan rasanya juga enak. Makannya harus cepet, kalo enggak sosisnya keburu dingin. Sosis ini gak jelas dagingnya apa, tapi kemungkinan mengandung babi. Kalo gak jelas bahannya sebaiknya jangan dibeli ya.

Setelah itu beli tiket di loket seharga KRW3000. Masuk ke bagian dalam, ada pelataran lagi. Pelataran ini merupakan pelataran di depan Gyeongbokgung Palace. Palacenya megah banget. Arsitekturnya juga detail banget. Keren deh pokoknya. Sayangnya gak boleh masuk sampe ke interior Palacenya. Cuma boleh foto2 di luar. Disini saya nyari2 Ivan, tapi gak ketemu. Di luar perkiraan ternyata area dalam Gyeongbokgung itu luaaaassss bangeeettt. Kita juga lupa tuker2an kontak, alhasil kita kepencar deh. Ya udah akhirnya saya sendirian lagi.

Gyeongbokgung Palace

Dari Gyongbokgung belok ke kiri, ada pavilion yang posisinya di tengah2 danau buatan. Paviliunnya berasa terapung gitu. Foto2 dulu, lalu lanjut masuk lebih dalam lagi. Ada semacam pagoda juga di tengah2 danau buatan. Di depannya ada jembatan kayu sebagai akses masuknya, sayang ditutup. Ngelewatin banyak bangunan tradisional Korea, saya jalan terus sampe akhirnya ketemu National Folk Museum of Korea. Saya gak terlalu berminat ama museum sih. Jadi cuma masuk bentar, foto2 terus keluar lagi. Barang2 di museum ini gak boleh difoto. Yang boleh difoto cuma papan penjelasannya aja. Entah apa alasannya. Sepertinya pengambilan foto berpotensi merusak manuskrip yang ada, terutama yang terbuat dari kertas.


Foto keluarga

Museum

Keluar museum, nemu tempat yang sengaja didesain kuno, kayak Korea di jaman 60-70an. Ada café vintage, poster2 kuno, sepeda antik, dll. Keren banget. Sayangnya cuma buatan. Tapi kesan vintagenya bener2 kerasa. Dari awal masuk Gyeongbokgung ini, saya banyak menghabiskan waktu buat hunting foto. Jadinya waktu yang kebuang disini lumayan banyak juga. Abis itu keluar lewat pintu exit yang berada di samping kanan area Gyeongbokgung. Dari pintu exit ini ternyata bisa dipake buat masuk juga, tapi gak dimintain tiketnya. Kayaknya kalo mau masuk Gyeongbokgung gratis bisa nih lewat sini.

Dari situ saya balik jalan lagi menuju Gwanghwamun Square. Saya pengen liat Cheonggecheon Stream, sungai keren yang bisa dipake nongkrong2. Tanya2 lokasinya dulu ama pak polisi, ditunjukin arahnya dengan bahasa inggris yang patah2. Ternyata cuma tinggal lurus aja kearah patung Lee Soon Shin tadi. Jalan balik kearah patung, capek, saya istirahat dulu di samping patung King Sejong. Eh tiba2 ketemu lagi ama rombongan dari Makassar kemarin wahaha. Korea sempit juga ya ternyata. Say hello dulu, mereka lanjut kearah Gyeongbokgung, sedangkan saya ke arah sebaliknya.

Jalan terus, ketemu rombongan orang2 Korea kayak lagi demo. Gak tau masalah apaan, soalnya tulisannya hangul semua. Jalan lagi, ada lagi yang lebih rame. Malah ada panggungnya segala dan banyak disorot kamera-kamera. Eh pas liat MCnya ternyata mukanya familiar. Namanya lupa, tapi si ahjussi ini pernah maen di Dream High 2. Lumayan bisa liat artis Korea meskipun yang udah tua hehehe.

Artis-entah-siapa-namanya


Acara rame2 ini kayaknya berkaitan dengan International Woman’s Day. Saya gak mudeng mereka ngomong apa, jadi saya turun aja ke Cheonggyecheon Stream. FYI acara rame2 tadi tepat di atas sungainya. Chyeonggyecheon Stream pas winter gini gak terlalu rame. Malah kesannya agak suram karena gak banyak tanaman dan hiasan2nya. Dinginnya juga super. Mungkin karena ada aliran air jadinya lebih dingin. Foto2 aja seperlunya, lalu naik lagi ke atas. Nongkrong2 dulu di pinggiran jalan sambil istirahatin kaki.

Cheonggyecheon Stream


Setelah pegel ilang, lanjut jalan lagi ke Gwanghwamun Station buat lanjut ke destinasi berikutnya: Myeongdong. Di Myeongdong ini saya pengen cari samgyetang (sup ayam ginseng) yang sempet diulas di bukunya mbak Claudia Kaunang.  Bosen kan kalo makan mie instan terus hahaha. Dari Gwanghamun Station naik subway lagi turun di Euljiro 1(il)-ga Station. Keluarnya lupa di exit berapa, tapi di daerah sini petunjuk arahnya jelas banget kok. Maklum kan daerah turis. Begitu keluar ada Lotte Department Store. Coba-coba masuk dulu, ternyata satu lantai semua dipake jualan make up. Sejauh mata memandang adalah counter make up semua dengan mbak2 penjaganya yang aduhai menggoda iman. Dibanding cewek2 modis yang ane papasan di jalan, mbak2 yang jualan make up ini jauh lebih kece. Disini gak beli apa-apa sih, keluar lagi lanjut jalan-jalan sekitarnya.

Lotte Mall

Trotoar Myeongdong


Ketemu mall lagi Lotte Young Plaza dengan poster super gede albumnya SNSD yang terbaru Mr. Mr. Di mall ini rupanya ada Official Storenya SM Entertainment. Penasaran, coba-coba masuk buat nyari storenya. Mall ini isinya kebanyakan produk2 fashion buat anak muda. Ya iyalah namanya aja Lotte Young Plaza. Ada storenya Majo and Sady juga, karakter dari stickernya KakaoTalk. Storenya SM letaknya di basement. Dari lantai dasar turun 1 lantai, langsung ketemu storenya. Pas ane kesana, pengunjungnya 95% cewek abege semua. Sisanya 4% ada beberapa cowok yang nemenin pacarnya, dan 1%nya ane jomblo sendirian. Disini gak beli apa-apa karena mahal-mahal. Cuma foto-foto aja buat pamer ke temen2 penggemarnya SNSD sama EXO, 2 artis yang  pernak perniknya paling banyak dijual disini.

Lotte Young Plaza 
SM Town Pop Up Store

Poto sama abang2 ekso


Puas liat-liat, muterin mall dulu cuci mata, abis itu keluar buat nyari samgyetang. Di bukunya mbak Claudia Kaunang ditulis lokasinya ada di belakangnya Ibis Hotel. Tapi Ibisnya sendiri entah ada dimana. Huft. Cari WiFi gratisan dulu buat buka Google Maps, eh ternyata Ibisnya udah saya lewatin tadi. Gak keliatan soalnya gedungnya tuinggi, plus logo Ibisnya ada di puncak gedung yang sama sekali gak eye-catching.

Ngampirin hotelnya, cari cari di bagian belakang, eh ternyata belakangnya itu luas banget plus banyak toko2. Muter-muter gak nemu restoran yang ada gambarnya samgyetang. Capek nyari gak ketemu2, saya malah liat ada street food yang jualan sate kayaknya enak. Coba beli deh, harganya KRW3000 lumayan mahal juga cuma dapet setusuk sate. Sate ini istilahnya kalo disini ‘dakkochi’. Kalo di Jepang disebutnya Yakitori. Dagingnya pake daging paha ayam. Gede dan empuk2. Cara makannya, di depan gerobaknya yang jual disediakan macam2 saos buat satenya. Ada barbeque, beef ribs, ada juga yang pedes banget, tapi juga ada yang pork (ati2 buat temen2 yang muslim). Kalo ragu dengan kehalalannya, ada juga penjual dakkochi yang lain yang lebih murah, tapi saosnya default pake saos bbq, plus dagingnya lebih sedikit karena diseling2 sama daun bawang. Yang versi ini harganya KRW2000-2500. Rasanya sih jelas lebh enak yang lebih mahal. Sebenernya makan 1 tusuk jelas kurang, tapi karena mahal ya sudahlah. Gak nemu samgyetang, malah makan sate.

Dakkochi

Lanjut lagi, saya turun ke perut bumi, masuk ke area Myeongdong Underground Shopping Area. Disini katanya ada toko2 yang jual aksesoris Kpop dengan harga lebih murah. Muter2 liat2, nemu 1 toko Kpop di pojokan yang gak cuma jual barang2 Kpop tapi juga jual DVD “ehem2” padahal yang dateng kan kebanyakan cewek2 abege. Toko2 Kpop yang laen yang saya datengin gak ada yang jual beginian sih. Jadi saran saya hindarin toko yang di pojokan. Selain itu yang jaga juga sedikit kepo. Saya liat2 CDnya IU langsung ditanya2in agak maksa buat beli. Dan harganya juga setelah saya bandingin, di toko lain lebih murah.

Toko2 Kpop di Myeongdong Underground mayoritas menyediakan CD lagu artis2 Korea yang lumayan komplit. Album lama juga ada. Case iPhone, Lightstick, Photo Album, Sticker, dll banyak banget bisa didapet disini dengan harga lebih murah daripada di mall. Tapiiiii aksesoris ini kebanyakan enggak official loh. Malah ane curiga kalo kebanyakan cuma barang2 made in China. Jadi disini ane gak beli apa2, cuma liat2 aja. Maap disini ane lupa foto2 :sorry

Myeongdong

Myeongdong

Myeongdong

Taeyeon


Puas cuci mata (sebenernya gak puas sih), naik lagi ke permukaan bumi, udah sore. Karena ini malam minggu, saya jadi pengen ngerasain suasana Hongdae pas weekend. Kayaknya seru kalo banyak anak2 muda, jadi berasa abege lagi. Jadi saya balik ke Euljiro 1(il)-ga Station, naik subway ke Hongik Univ. Station. Dari situ saya keluarnya kali ini lewat Exit 7. Muncul langsung di daerah keramaian Hongdae. Kanan-kiri banyak restoran, rumah makan dan kafe2. Kalo diperhatiin di seluruh penjuru Korea ini kayaknya buanyak banget kafe, dan semuanya mayoritas selalu rame, plus interiornya keren2. Kalo saya intip, harga kopinya juga gak terlalu mahal. Hampir sama lah kayak kalo ngopi di Setarbak.

Sore sore di Hongdae


Jalan menyusuri Hongdae, ketemu taman terbuka, rupanya lagi ada semacam mini-concert. Bandnya saya gak pernah denger sebelumnya, kayaknya sih band indie. Tapi lagunya keren2 lho. Nama bandnya kalo gak salah Baljunso. Saya sempetin nonton beberapa lagu, tapi gak sampe selesai. Pas balik Indonesia saya coba search band itu di youtube, ternyata oh ternyata abis itu ada Luna f(x) yang ikutan nyanyi bareng mereka dan MCnya adalah salah satu personil Suju. Nyesel deh gak liat sampe selesai.

mini konser




Malem balik hostel, sebelumnya mampir 7-11 dulu seperti biasa. Beli mie instant buat makan malam sama sarapan besok pagi ^^

Pengeluaran Day 4:
-Bayar Hostel KRW52000
-Sosis KRW1500
-Tiket Gyeongbokgung KRW3000
-Dakkochi KRW3000
-Mie instan lagi 2pcs KRW2000

Total : KRW61500

Friday, March 11, 2016

2jutaan Traveling ke Korea Selatan : Day 3 Sokcho - Seoraksan - Seoul - Hongdae

Bangun pagi, laper, sementara sarapan dari hostel baru keluar jam 8. Saya memutuskan buat beli mie cup aja di 7-11. Keluar hostel jalan ke arah kanan langsung ketemu 7-11, deket banget deh. Beli mie cup 1 seharga KRW800. Rencananya saya pengen ke Abai Village juga, mumpung pagi2 masih dapet golden hours, cocok buat hunting foto. Tapi suhu mencapai minus 8 derajat, jujur saya gak kuat. Balik kamar deh, langsung bikin mie panas sambil makan di kamar anget2. Uenak tenan.

Mandi, beres2 kamar, siap2 keluar mengunjungi Mount Seorak. Check out hostel maksimal jam 11, jadi saya sekalian aja check out. Tas saya titipin dulu ama James, nanti balik dari Seoraksan baru saya ambil lagi. Si James ini ramah banget kok. Bisa tanya2 macem2 ama dia, nanti direkomendasikan macem2 deh.

Berangkat ke Seoraksan naek bus saya cuma bawa hp, dompet, sama kamera. Keluar hostel, nyebrang jalan, ke arah kiri sampe nemu halte bus. Tungguin aja bus nomer 7 ato 7.1, bayar KRW1100 buat ke Seoraksan. Pas nunggu bus ada om-om yang juga lagi nunggu bus sama anjingnya yang mirip Hachiko, karena nih anjingnya nungguin majikannya di halte sampe dia pergi naek bus, setelah si majikannya berangkat naik bus, si anjing itu bakalan pulang sendiri ke rumahnya.

Halte


Perjalanan ke Seoraksan kira2 45 menit dari hostel. Sepanjang jalan pemandangannya keren2. Kita lewat di jalan raya Sokcho sambil di depan kita keliatan Seoraksan gagah menjulang.

Pemandangan dari bus


Abis itu lewat pinggir laut juga, lanjut lagi ngelewatin pedesaan sebelum akhirnya nyampe di Seoraksan National Park. Disini waktu itu masih full salju semua. Dinginnya dingin banget pokoknya. Udah pake baju 5 lapis masih menggigil. Saya beli kopi dulu KRW500 di vending machine buat ngangetin badan, tapi gak mempan. Baru beberapa detik kopinya ikutan jadi dingin. Pasrah, saya langsung masuk aja deh. Beli tiket dulu seharga KRW3500.

Patung beruang di entrancenya Seoraksan


Melewati gerbang masuk Seoraksan disambut patung beruang. Disini saljunya masih lembut banget, beda ama yang di Sokcho udah pada jadi es batu. Jalan terus sampe ketemu gedung keberangkatan cable car. Dari sini bisa naik cable car sampe ke puncak seharga KRW9000. Waktu itu saya liat ada serombongan cewek2 pada main lempar2an salju. Eh pas saya nguping omongannya, ternyata orang2 Indonesia :D Emang ya ciri-ciri orang kita kalo liat salju langsung ndesonya keluar :D

Naik cable car lewat sini


Saya beli tiket cable car lalu ngantri buat naik cable car di lantai 2. Antrinya cepet karena pengunjungnya juga gak terlalu banyak. Cable car disini modelnya berdiri kayak kalo naik subway. Saya sengaja masuk terakhir biar bisa berdiri deket jendela, biar bisa foto2. Perjalanan dari bawah ke puncak gunung naik cable car cepet juga, kayaknya cuma 5 menit, mungkin malah kurang. Nyampe di atas ada café juga buat ngangetin badan+makan. Saya langsung keluar aja, siap2 nerusin jalan kaki sampe ke puncak gunung. Sebenernya Seoraksan ini ada beberapa puncak, tapi saya gak apal namanya apa aja plus harus lewat mana. Puncak yang paling mudah dicapai jelas yang satu ini karena ada cable carnya.

Di atas sini saljunya lebih tebel dari yang di bawah. Dan susahnya, tangga yang buat naik ke puncak juga ketutup salju. Di beberapa tempat malah ketinggian salju mencapai ketinggian railing tangganya. Saya naik ke puncak agak susah payah karena salju yang sering dilalui orang bakalan membeku, otomatis jalanannya jadi licin banget. Beberapa kali saya liat orang pada kepeleset di salju. Saya juga akhirnya kepeleset sih.

Nyampe puncak pemandangannya keren bangettt. Liat foto aja karena saya susah ngejelasinnya. Nah di daerah sini ini saya kepeleset karena licin dan cukup curam juga.









Saya ngabisin waktu diatas sini agak lama. Foto2 sambil mengagumi pemandangan. Pas lagi muter2, saya papasan ama rombongan turis yang lagi ngobrol, kedengeran omongannya “eh suruh orang itu motoin aja” sambil ngeliatin saya. Eh jauh2 sampe sini banyak ketemu orang Indonesia juga ^^ Ternyata mereka rombongan dari Makassar, lagi jalan2 sekeluarga tanpa ikut tour juga kayak saya. Dan ternyata kemaren pesawatnya juga barengan :D

Sisa waktu di Seoraksan National Park saya gabung ama rombongan mereka sambil sekalian bisa saling motoin. Dari puncak kita turun lagi naik cable car (tiketnya jangan sampe hilang soalnya pas turun bakal discan lagi), terus jalan kaki liat patung Buddha yang gede banget, Foto-foto dulu ama patungnya, baru lanjut ke Sinheungsa Temple. Sinheungsa Temple ini, jujur saya gak tau temple apaan. Kayaknya sih tempat doa buat Agama Buddha(kayaknya lho). Disini terdiri dari beberapa bangunan berbentuk Hanok (rumah tradisional korea). Ada daerah yang dilarang buat dimasuki, tapi ada beberapa tempat yang wisatawan boleh masuk. Di Sinheungsa Temple ada mata air juga, dingin banget airnya (ya iyalah wong masih winter). Di mata air ini banyak yang ngelempar koin. Saya ikut ngelemparin koin juga, tapi yang saya lempar koin Rp500,- biar gak mainstream sekaligus ngirit duit won :D

Sinheungsa Temple
Di deket situ ada jualan makanan yang kayaknya sering didatengin artis. Ada foto2nya sih tapi entah deh.Ngelirik jam tangan, ternyata udah siang. Saya harus buru-buru balik ke hostel buat ngambil tas terus cabut ke Seoul. Keburu malem. Jadilah saya berpisah jalan ama rombongan dari Makassar itu, tapi sebelumnya kita tuker2an kontak dulu. Siapa tau nanti ketemu lagi di Seoul :D

Nunggu bus buat balik ke Sokcho agak lama. Busnya kayaknya gak banyak, ato gara2 saya kedinginan jadi kerasa lama, entahlah. Pas busnya dateng saya langsung buru-buru menghangatkan badan di dalem. Bayar lagi KRW1100. Perjalanan balik ke Sokcho lancar jaya, turun di halte yang sama kayak pas berangkat tadi pagi, tapi yang di seberangnya. Perhatian, kalo naik bus harus ngapalin bangunan sekitar kita berangkat, biar pas pulang kita gak lupa turun di mana. Soalnya di bus pengumumannya cuma pake bahasa Korea. Pengalaman saya kemaren hampir kelewatan halte karena gak ngeh harus turun dimana.

Balik ke hostel ambil tas, say thanks sama James, lalu pergi ke Intercity Bus Terminal. Terminal ini beda dari yang kemarin. Lokasinya lebih deket dari hostel, tapi saya gak tau bus mana aja yang berhenti di terminal ini. Dari hostel ke arah kanan sampe ketemu perempatan besar, belok aja ke kiri, lurus terus sampe ngelewatin perempatan lagi, sampe deh di terminal. Sebelumnya beli roti lagi buat bekal di jalan KRW1000. Beli  tiket bus ke Dong Seoul KRW17400. Bus berangkat setengah jam lagi. Sekali lagi, bus di Korea sangat on time. Jangan sampe ketinggalan semenit pun. Perjalanan ke Dong Seoul sekitar 3 jam. Saya dapet tempat duduk di sebelah om-om yang sepanjang jalan chattingan terus di hpnya. Agak iri juga karena hp saya ga bisa konek internet sama sekali karena ga ada WiFi.

Intercity Bus Terminal
Sampe Seoul
Sampe Seoul sekitar jam 5-6 sore. Di seberang Dong Seoul Terminal ada stasiun subway. Saya naik subway buat ke daerah Hongdae. Dari stasiun Dong Seoul langsung aja naik subway yang ke arah Hongik Univ. Masih ada di line yang sama jadi kita gak repot pindah2 line. Cuma perjalanannya agak lama karena memang jaraknya cukup jauh. Mungkin ada sekitar 1 jam. Karena kemarin udah beli Tmoney+top up, jadi saya langsung naik subway.

Subway Station
Eh ada mantan ane~

Nyampe di Hongik Univ. saya keluar lewat Exit 1. Perhatian, di setiap stasiun subway ada banyak pintu keluar. Cari tahu dulu daerah tujuan kita ada di dekat exit nomer berapa. Karena kalo sampe salah exit, jarak kita sama tujuan kita dijamin makin jauh, ato mungkin malah kesasar. Cari taunya dimana? Di tiap stasiun ada peta masing2 pintu exitnya. Petanya dimana? Ini yang agak susah dicari, kadang2 juga saya gak nemu peta. Solusinya cari WiFi gratisan lalu tanya Mbah Gugel.

Dari exit 1 kalo mau menuju Big Choi Guest House caranya adalah jalan aja lurus terus sampe ketemu perempatan besar. Belok kanan sampe ketemu perempatan lagi, belok kiri, jalan lurus terus sampe liat ada 7-11 di pojokan. Jangan masuk ke 7-11 tapi belok ke kanan. Jalan terus, udah deket, Big Choi ada di kanan jalan. Mudeng kan ya?

Masuk ke dalem Big Choi, mau check in, eh ternyata ownernya lagi keluar nonton. Saya ketemu ama orang Korea yang juga lagi stay disitu, dibantuin ama dia. Namanya kalo ga salah sih Lee ato Lin ato Lim ato siapalah. Maap saya emang agak susah kalo disuruh ngapalin nama orang dalam waktu singkat :sorry

Sama dia saya ditunjukin kamar tempat saya stay. Saya pesen kamar di 10 Bed Dorm. Jadi saya bakal tidur beramai2 sama 9 orang lain. Disini saya ternyata sekamar sama orang Indonesia juga. Namanya Ivan, yang asalnya ternyata juga dari Bandungan, masih satu kabupaten sama Semarang. Akhirnya saya bisa ngomong jowo lagi huehue. Saya juga sekamar sama cewek Korea yang pernah kerja di Malaysia sama Bandung, dan doi cukup lancar ngomong bahasa Indonesia. Namanya Seonghee. Doi asalnya dari Chungju, dan doi lagi sekolah di Seoul, jadi dia stay lama di Guesthouse ini. Saya dapet bed di atasnya si Seonghee ini (tempat tidurnya tingkat). Yang lain ada cowok asal Amerika yang stay sebulan di Korea sama cewek dari Singapore. Bed lainnya masih kosong, tapi besoknya bakal diisi sama cewek2 dari Thailand.

Kamar ane gan

Abis beres2, ane nongkrong2 dulu di Guesthouse sambil ngobrol2 sama penghuni yang lain. Beranjak malem saya mulai laper. Saya putuskan buat muter2 kawasan Hongdae--yang terkenal sebagai kawasan anak-anak muda gahol--buat cari makan. Sendirian, kedinginan pula. Muter2 di Hongdae memang banyak tempat makan sih. Tapi harganya belom masuk d kantong. Jadilah saya di Hongdae cuma foto2 sambil cuci mata liat mahasiswi Korea yang unyu-unyu.

Hongdae

Hongdae

Pas balik ke hostel mampir dulu di 7-11 buat beli mie instan. Beli 2pcs buat makan malam sama sarapan, seharga KRW2000. Kasian ya makan mie instan terus. Nyampe hostel masak mie dulu. Kenyang, nongkrong2 lagi sambil minjem leptopnya si Seonghee buat backup foto2. Tapi ternyata ga ada card readernya, gagal backup deh jadinya. Karena besoknya saya belom ada itin mau ngapain aja, saya berencana barengan ama Ivan buat ke Gwanghamun Square dan sekitarnya. Biar besok gak kecapekan, saya tidur agak awal. Zzzzz.

Pengeluaran Day 2:
-Mie sarapan KRW800
-Bus Seoraksan PP KRW2200
-Tiket Seoraksan KRW3500
-Tiket cable car KRW9000
-Roti bekal KRW1000
-Bus balik Seoul KRW17400
-Mie instan lagi KRW2000

Total : KRW35900

[Review] Lensa Fujian 25mm f1.8, Murah dan Ringan untuk Traveling.

Traveling dan fotografi bagaikan Romeo dan Juliet. Bagaikan Rama dan Shinta. Bagai Song Jong Ki dan Song Hye Kyo. Tak terpisahkan dan me...